2015/02/10

Banjir-banjir

Musim hujan identik dengan banjir. Jakarta direndam banjir. Cikampek yang seharusnya tak banjir ikutan banjir. Tetapi, kalau sekarang di Cikampek banjir. Bukan hal aneh, sekarang mulai jadi kenyataan. Perumahan BMI dekat sungai selalu jadi langganan. Cikampek secara geografis sebenarnya daerahnya cukup tinggi diatas permukaan air laut. Tetapi, kenapa banjir ? itu yang jadi pertanyaan. Sekarang banjir menjadi masalah yang harus dihadapi. Banjir menjadi masalah yang harus diselesaikan. Sangat mengesalkan ketika terjebak macet dengan sumber utama banjir. Kenapa banjir ? itu pertanyaannya. Sebabnya banyak. Dari sampah menumpuk digot. Sampah yang dibuang sembarangan. Manajemen sampah yang buruk ditiap keluarga, di tingkat RT, RW, Desa hingga kecamatan. Tetapi yang paling dasar ketika kita menjadi bagian utama dari masalah, yaitu ketika kita kurang kesadaran untuk mengelola sampah secara bijak. Awalnya harus dari kita dulu. Ayo coba kelau setiap orang cikampek menjadi sumber penyelesaian sampah. Cikampek tidak akan numpuk sampah. Sampah tidak akan jadi problem. Dan banjir akan berkurang.

Konsep-konsep Sosialisasi

SOSIALISASI “ Orangtua memiliki keinginan agar anaknyua dapat memahami nilai, norma dan keterampilan masyarakatnya, sehingga anaknya dapat hidup bermasyarakat secara normal bahkan berharap agar anaknya berperan besar dalam kemajuan masyarakatnya. Semua orang tua tidak ingin anaknya menjadi musuh, dimusuhi. Ditolak keberadaannya oleh masyarakat “ Sosialisasi : proses mempelajari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat Sosialisasi : proses seorang anak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku dalam keluarganya. Sosialisasi : Proses belajar kebudayaan suatu masyarakat Sosialisasi : proses membantu individu belajar menyesuaikan diri dengan cara berfikir dan berperanan didalam masyarakatnya Internasilsasi : penggabungan sikap, tingkah laku, pendapat kedalam kepribadian Internalisasi : proses penyerapan nilai dan norma masyarakat kedalam diri seseorang Isolasi : kondisi di asingkan Isolasi : Penghindaran kontak-kontak sosial Marginal group : kelompok orang yang belum berasimilasi dengan satu kebudayaan Kegagalam dalam proses sosialisasi akan mengakibatkan….. a. Timbulnya perilaku menyimpang b. Perubahan sikap dalam individu c. Timulnya semangnat baru d. Individu lebih mampu menghadapi tantangan e. Individu lebih bertanggung jawab Enkulturasi : Pembudayaan ( Koentjaraningrat ) Enkulturasi : Proses mempelajari dan menyesuaikan diri dengan alampikiran,sikap, adat, norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaan masyarakatnya. Keluarga : Satuan social yang terdiri dari ayah ibu dan anak “ Setelah mendapat sosialisasi nilai, norma , pengetahuan dan keterampilan yang berkembang di masyarakatnya dari orangtua, paman, Bibi.maka pihak kedua yang memberikan sosialisasi adalah masyarakat ,dimana anak tersebut tinggal. Sosialisasi yang diberikan oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang bisa diikuti oleh anak. Seperti melalui rapat RT dan kegiatan kerja bakti atau melalui perayaan 17 an ,” Heterogen : Kumpulan individu yang memperlihatkan ketidaksamaan Masyarakat : kesatuan hidup yang berinteraksi menurut adat istiadat tertentu, continue dan terikat rasa identitas yang sama Mayarakat : Orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan ( Selo Sumarjan ) Asosiasi : suatu group yang dibentuk secara sadar bertujuan untuk mengejar kepentingan. Contoh : IDI = Ikatan Dokter Indonesia : PGRI = Persatuan Guru Republik Indonesia Tetangga : satuan social yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggalnya Persahabatan : pengelompokan social yang melibatkan orang-orang yang berhubungan relative akrab, sering bertemu, adanya kesamaan minat, perhatian dan kepentingan. Komunitas : satuan social yang didasari seperasaan, seperanandan merasa saling tergantung Komunitas : kelompok – kelompok social yang anggota-anggotanya hidup bersama dalam satu wilayah Enkulturasi : Proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran, sikap diri dengan system norma, adat, peraturan-peraturan yang ada dalam kebudayaannya. Enkulturasi metamorphosis : Mengubah anak-anak menjadi manusia yang berfungsi sebagai anggota masyarakat Community : masyarakat setempat Komunitas primer ; suatu kelompok dimana hubungan para anggotanya sangat erat dan relative kekal Komunitas sekunder : suatu kelompok dimana hubungan antar anggotanya kurang erat, temporal dan tidak continue Ras : Ilmu pengetahuan tentang kelompok manusia berdasar sifat-sifat jasmaniah yang sama yang dapat diturunkan Suku : komunitas yang anggota-anggotanya memiliki hubungan nenek moyang, kebudayaan, bahasa dan agama. Desa : komunitas yang berupa kelompok pemukiman penduduk Sekolah : lembaga pendidikan Media massa : lembaga yang bergerak dipemberitaan

2015/02/08

Sosiologi dan Tokoh Sosiologi

Sosiologi lahir karena adanya hubungan antar manusia.  Hubungan ini melahirkan pengetahuan-pengetahuan  yang didasarkan dari pengalaman-pengalaman hidupnya yang  kemudian disimpan didalam pikiran manusia yang terlibat didalam interaksi sosial tersebut.  Pengalaman hidup yang terus bertambah melahirkan pengetahuan-pengetahuan baru dan membentuk kearifan  individu dan masyarakat.

Berbagai bentuk dari interaksi yang dibangun manusia , seperti proses hubungan-hubungan sosialnya, bentuk –bentuk interaksi sosialnya, struktur sosialnya dll yang ada ditiap masyarakat terungkap kembali melalui penelitian-penelitian masyarakat yang dilakukan oleh para ahli ilmu sosial.

Penelitian – penelitian sosial telah membuka berbagai  bentuk interaksi sosial, struktur sosial, perubahan-perubahan sosial, lembaga-lembaga sosial , nilai norma yang ada di berbagai masyarakat dari berbagai belahan dunia dalam setiap masanya.

Data-data empiric yang banyak ditemukan diberbagai masyarakat  berpadu dengan berbagai teori sosial menghasilkan ilmu sosiologi.  Sehingga sosiologi merupakan data empiric yang diuji dengan teori sosial menghasilkan sebuah teori baru sosiologi, akumulasi dari penelitian-penelitian sosiologi menghasilkan sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang  dan terus memetakan masyarakat sehingga semua warna dan keunikan masyarakat dapat terdeskripsikan dengan jelas.

Tokoh – Tokoh Sosiologi  :

1.       Ferdinand Tonnies
2.       Emile Durkheim
3.       Max Weber
Max Weber ( 1864 – 1920 ) belajar ilmu hokum, menjadi dosen di Universitas Berlin, Menjadi guru besar ekonomi  di Heidelberg.
Sosiologi dipandang sebagai aksi sosial.  Sosiologi memerlukan prosedur  ilmiah Sosiologi membutuhkan pemahaman interpretative mengenai aksi sosial untuk menerangkan  sebab akibat aksi-aksi sosial dan pengaruhnya. Tindakan manusia memiliki makna .  Disebut memiliki makna karena  diikat dengan peranan sosialnya dan kegunaannya dimasyarakat.  Untuk memahami makna digunakan metode verstehen atau empatif simpatik. Perilaku menampilkan sisi rasional dan sisi emosional seseorang. Perilaku menciptakan hubungan-hubungan sosial.  Seseorang yang memiliki hubungan sosial dengan sekelompok orang akan membentuk group.  Sehingga,  muncul perasaan in group dan out group  dalam strktur sosial  yang ada. Adanya in group dan out group membentuk tindakan sosial.
4.       Robert K Merton
5.       Talcott  Parson
Talcot Parson merupakan pencetusteori  struktur fungsional.  Teori ini memandang masyarakat sebagai sebuah organism besar  yang memiliki beberapa bagian, setiap bagian punya  sub bagian dengan peran dan fungsinya.  Antar bagian saling mempengaruhi secara timbal balik.
6.       Karl Marx
Karl Marx membagi masyarakat kedalam 2 golongan , yaitu golongan proletar ( buruh ) dan golongan borjuis ( kaya ).  Masyarakat  miskin ( buruh )  harus merebut kekuasaan  dari orang kaya ( borjuis ) dan menciptakan masyarakat tanpa kelas. Bagi Karl Marx , masyarakat miskin harus diberi kesadaran , kesadaran untuk melakukan revolusi merebut kekuasaan para pemilik modal ( borjuis ).


Dampak Covid 19 dibidang pendidikan